Selasa, 28 September 2010

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PATUNG KAYU PADA TOKO KERAJINAN (ART SHOP)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PATUNG KAYU PADA TOKO KERAJINAN (ART SHOP)
DI KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR, BALI


ABSTRAK

Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Kawasan Asia Fasifik yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Hal ini terbukti dengan makin bertambahnya arus wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang datang ke Bali dari tahun ke tahunnya.
Perkembangan ini ternyata membuka peluang bagi industri pariwisata untuk lebih berkembang dan menjadi produk andalan yang diharapkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja serta mampu mendatangkan devisa bagi negara. Kunjungan wisatawan ke Pulau Bali berdampak juga pada sektor-sektor yang lain, diantaranya adalah industri patung kayu yang merupakan produk andalan Bali dan sudah memiliki pasar sampai ke luar negeri.



PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata di kawasan Asia Pasifik yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan karena keindahan alam dan adat istiadat yang dimilikinya. Hal ini terbukti dengan makin bertambahnya arus wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang datang ke Bali dari tahun ke tahunnya, seperti yang terlihat pada Tabel 1.

Perkembangan ini ternyata membuka peluang bagi industri pariwisata untuk lebih berkembang dan menjadi produk andalan yang diharapkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja serta mampu mendatangkan devisa bagi negara. Sebagai bentuk peran aktif dari pemerintah dan masyarakat bahwa dalam perkembangan kepariwisataan terutama untuk menghadapi arus wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara yang terus bertambah, maka pemerintah dan masyarakat telah membangun atau menyediakan prasarana dan sarana pariwisata.

Tabel 1. Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali

Tahun Jumlah (orang) Perubahan
1995 1.015.314 -
1996 1.140.988 12,3
1997 1.230.316 7,8
1998 1.187.069 (3,5)
1999 1.347.794 11,9
Sumber : Dinas Pariwisata Propinsi Bali

Kunjungan wisatawan ke Pulau Bali berdampak juga kepada sektor-sektor yang lain, di mana semakin berkembangnya sektor pariwisata ini maka sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata juga berkembang, diantaranya adalah sektor industri kecil dan menengah yang memiliki keterkaitan dengan budaya setempat. Sehingga pemerintah mencantumkannya dalam GBHN (Tap MPR No. II/1993) dijelaskan bahwa industri kecil dan menengah termasuk industri kerajinan dan industri rumah tangga perlu lebih dibina menjadi usaha yang makin efisien dan mampu berkembang mandiri, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja dan makin mampu meningkatkan perannya dalam penyediaan barang dan jasa serta berbagai komponen baik untuk keperluan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
Untuk menghadapi tuntutan pariwisata ini, pemerintah dan masyarakat Bali telah mengembangkan industri kecil dan menengah yang berasal dari kebudayaan dan adat istiadat daerah Bali. Salah satunya adalah industri patung kayu yang merupakan produk andalah Bali dan sudah memiliki pasar sampai ke luar negeri. Toko kerajinan (art shop) patung kayu sebagai salah satu bisnis penunjang pariwisata tumbuh dan berkembang pesat di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali. Hal ini disebabkan karena Kecamatan Sukawati di samping dikenal sebagai pusat kerajinan patung kayu, juga terletak di jalur wisata Bali bagian timur. Art shop ini menjual hasil kerajinan patung kayu dengan bentuk yang bermacam-macam dan semakin menarik sehingga para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali banyak yang tertarik untuk membeli patung kayu sebagai cendera mata. Bangunan art shop dengan style Balinya yang khas dan areal parkir yang luas siap menyambut wisatawan yang datang untuk melihat atau membeli hasil kerajinan patung kayu tersebut. Bagi wisatawan mancanegara yang jumlah pembeliannya besar dilakukan dengan menggunakan ekspedisi ekspor.

Rumusan Masalah
a. Faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali.
b. Faktor manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) patung kayu di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali.

Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar.
b. Untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar.

Hipotesis
a. Diduga faktor pribadi pembeli, faktor budaya, kelompok reference, faktor kelas sosial, faktor produk, faktor harga, faktor promosi, faktor distribusi, faktor kondisi fisik merupakan faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali.
b. Diduga faktor produk mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar.


METODE PENELITIAN

Populasi dan Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh wisatawan mancanegara yang berkunjung pada toko kerajinan (art shop) patung kayu di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Karena jumlah variabel yang diteliti sebanyak 20 maka sampel yang ditetapkan sebanyak 100 responden dianggap sudah mewakili.



Jenis dan Sumber Data
a. Data primer meliputi tanggapan responden (wisatawan mancanegara) sehubungan dengan keputusan pembelian patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali.
b. Data sekunder misalnya laporan-laporan atau dokumen yang berasal dari instansi pemerintah, Biro Pusat Statistik, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata Bali dan instansi terkait lainnya.

Teknik Pengumpulan Data
Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan : (a). Kuesioner (angket) dan (b). Interview

Teknik Analisis
1. Analisis Faktor
Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis pertama yang dikemukakan di muka adalah analisis faktor. Analisis faktor adalah serangkaian prosedur yang digunakan untuk mengurangi dan meringkas data.

2. Model Regresi Berganda
Untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian produk patung kayu (hipotesis ke 2) dapat dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hubungan sebab akibat dari variabel tersebut dapat ditulis dengan persamaan matematis sebagai berikut :

Y = f (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9)

Yang dapat pada persamaan regresi berganda sebagai berikut (Damodar Gujarati 1997):
Y = 0 + 1 X1 + 2 X2 + 3 X3 + 4 X4 + 5 X5 + ....... + n Xn + m

dimana :
Y = Variabel terikat (variabel keputusan pembelian)
0 = Konstanta
 = Koefisien regresi
X = Variabel bebas (variabel yang mempengaruh keputusan pembelian)
m = Kesalahan pengganggu.

Untuk variabel keputusan pembelian dapat diukur dengan besarnya jumlah uang yang dikeluarkan dalam keputusan pembelian yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Faktor

Analisis faktor dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Merumuskan masalah
Berdasarkan teori, penelitian sejenis terdahulu dan pemikiran peneliti ditentukan 20 (dua puluh) variabel yang diamati.
b. Membuat matrik korelasi
Variabel-variabel yang tidak saling berhubungan dengan variabel lain dikeluarkan dari analisis. Untuk menguji bahwa 20 variabel saling berhubungan diperlihatkan oleh nilai determinasi R yang mendekati 0, nilai KMO (Keiser-Meyer-Olkin) harus lebih besar dari 0,5, uji Bartlett dan uji MSA. Dari hasil pengujian terdapat satu variabel yang harus dikeluarkan dari model karena tidak memenuhi kriteria MSA > 0,5 yaitu variabel potongan harga (X12) dan dua variabel tidak memenuhi kriteria communality < adequency =" 0,76635" sphericity =" 895,96725," significance =" 0,00000."> 0,5 yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel sangat erat.
c. Penentuan jumlah faktor
Hasil perhitungan dengan metode komponen prinsip pada inisial statistik menunjukkan terdapat 6 faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian patung kayu. Keenam faktor tersebut mampu menjelaskan semua varian yang ada dalam data sebesar 80,7% seperti yang ditunjukkan secara rinci dalam Tabel 2.


Tabel 2. Faktor-faktor yang Dipertimbangkan Konsumen

Faktor Eigen value % variance Cum Pct
1 4,63653 27,3 27,3
2 3,15352 18,6 45,8
3 1,87740 11,0 56,9
4 1,58539 9,3 66,2
5 1,34874 7,9 74,1
6 1,10984 6,5 80,7

d. Rotasi Faktor
Hasil rotasi faktor tersebut adalah sebagai Tabel 3.

Keputusan pembelian produk patung kayu pada toko kerajinan (art shop) di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali dipengaruhi oleh keenam variabel bebas yaitu harga, promosi, referensi, produk, budaya dan kondisi fisik. Keenam variabel ini akan diuraikan menurut urutan besar pengaruh terhadap keputusan pembelian sebagai berikut:
a. Faktor Produk
Faktor produk ini terdiri dari variabel kualitas, bahan baku dan desain. Faktor ini merupakan faktor yang paling mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian patung kayu.


b. Faktor Harga
Faktor harga ini terdiri dari variabel tingkat harga, kemudahan menuju lokasi, tingkat pendapatan dan sarana parkir. Harga produk merupakan salah satu variabel yang turut dipertimbangkan konsumen wisatawan mancanegara dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Harga yang dimaksud adalah harga produk patung kayu yang ditawarkan ke konsumen ini berhubungan erat dengan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap US Dolar


c. Faktor referensi
Faktor referensi ini terdiri dari variabel pengaruh teman, ukuran dan keunikan. Pengaruh yang diberikan oleh teman merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian patung kayu. Karena tidak sedikit wisatawan yang melakukan pembelian patung kayu dipengaruhi oleh teman-teman mereka yang sudah terlebih dahulu berkunjung dan sekaligus membeli produk patung kayu.
Keunikan-keunikan pada produk patung kayu di samping dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat masyarakat Bali juga dipengaruhi oleh bahan baku alami yang digunakan serta proses pembuatannya.




d. Faktor budaya
Faktor budaya ini terdiri dari variabel nilai budaya dan pengaruh keluarga. Yang dimaksud nilai budaya adalah latar belakang budaya konsumen yang membentuk pemikiran, perilaku dan karakteristik lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi di sini para pemilik art shop hendaknya mengadaptasikan produknya sesuai dengan latar belakang budaya negara wisatawan mancanegara.


e. Faktor promosi
Faktor promosi ini terdiri dari variabel personal selling, pengetahuan dan pameran. Informasi tambahan tentang patung kayu diperoleh wisatawan mancanegara dari pemandu wisata, yang mengantar ke lokasi toko kerajinan patung kayu (art shop). Dengan berbekal bahasa asing yang sesuai dengan negara asal wisatawan mancanegara, pemandu wisata ini akan memberikan informasi yang lengkap tentang patung kayu di art shop-art shop yang mereka kunjungi.

f. Faktor Kondisi Fisik
Faktor kondisi fisik ini terdiri dari variabel tata letak dan desain bangunan. Tata cara penataan letak patung di dalam art shop yang dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya juga mempengaruhi wisatawan untuk melakukan keputusan pembelian patung kayu karena mereka dapat melihat dan memilih patung kayu yang mereka inginkan dengan cepat tanpa memerlukan waktu lama.
Desain bangunan art shop yang mencerminkan khas budaya Bali sangat menarik wisatawan mancanegara untuk datang dan melakukan keputusan pembelian patung kayu.



KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Fokus penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Analisis ini semula didasarkan pada 20 variabel yang dikelompokkan ke dalam 9 faktor yaitu: faktor pribadi, faktor budaya, faktor kelompok acuan, faktor sosial budaya, faktor harga, faktor promosi, faktor distribusi, faktor kondisi fisik.
1. Penelitian ini menggunakan dua model analisis, yaitu analisis faktor dan analisis regresi berganda. Analisis faktor digunakan untuk menyederhanakan dan mereduksi beberapa variabel dari 20 variabel yang diamati ke dalam sejumlah faktor sehingga bisa diyakini sebagai faktor atau sumber yang melandasi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Teknik analisis faktor yang digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA) dan menggunakan rotasi varimax. Dari model tersebut kemudian diketahui bahwa dari 20 variabel direduksi menjadi 17 variabel yang tersebar dalam 6 faktor. Sisanya 3 variabel dikeluarkan dari model karena tidak memenuhi kriteria MSA > 0,5 yaitu variabel potongan harga (X12) dan dua variabel tidak memenuhi kriteria, dimana communality <0,5 fhitung="45,29365"> Ftabel =2,29 signifikan pada =5%. Kemudian dari enam faktor tersebut dapat pula diketahui bahwa faktor produk merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan dalam nilai thitung sebesar 8,594 (tertinggi di antara enam faktor yang mempengaruhi konsumen)


DAFTAR PUSTAKA

A.A. Mangkunegara. (1988) Perilaku Konsumen. PT. Eres Co., Bandung.
Arikunto, Suharmi. (1991) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Bina Aksara, Jakarta.
Assael, Hendri. (1994) Consumen Behavior and Marketing Action. Fourth Edition. Kent Publishing Company, Boston.
Claes Fornel dan Birger Wernerfelt. (1987) Defensif Marketing Strategy by Consumer’s Complaint Management, A. Theorical Analysis. Journal of Marketing Research.
Collier David A. (1991) New Marketing Mix – Stresses Service. The Journal of Business Strategy. March/April. 1-4.
Cristine Moorman. (1990) The Effect of Stimulus and Consumer Characteristics on The Nutrition Information. Journal Consumer Research.
Delaert, Benedict GC, Theo A Arentze, Michael Bierlare, Aloys W.J. Borrgers dan Hurry JP Timmermans. (1998) Investigating Consumer Tedency to Combine Multiple Shoping Purpose and Destinations. Journal of Marketing Research. Vol XXXV (May 1998). 177-188.
Engel, J.F. Backwell, Roger & Paul W. Minard. (1995) Perilaku Konsumen. Alih Bahasa Budiono FX. Jilid II. Binarupa Aksara, Jakarta.
Fernandes, H.J.X. (1984) Testing and Measurement in National Education Planning, Evaluation and Curriculum Development. Jakarta.
Kotler, Philip. (1997) Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan Implikasi dan Kontrol. Alih Bahasa Hendra Teguh dan Romly A. Rusli. Jilid 1. Prehalindo, Jakarta.
www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar